- dpmptsp@bantulkab.go.id
- 081328848393
- Komplek II Kantor Pemda Bantul Jl. Lingkar Timur Manding, Trirenggo, Bantul DIY 55714
Sentra Kerajinan Batik Nitik di Kalurahan Trimulyo, Kapanewon Jetis, Bantul, merupakan pusat pelestarian batik tulis khas Yogyakarta yang memiliki motif unik berupa susunan titik-titik halus. Motif ini merupakan adaptasi dari kain tenun patola India yang dahulu sangat mahal dan sulit diakses oleh masyarakat lokal. Sebagai bentuk kreativitas dan perlawanan terhadap dominasi kain impor, perempuan-perempuan Jawa menciptakan batik nitik sebagai alternatif yang lebih terjangkau namun tetap bernilai estetika tinggi. Di Trimulyo, produksi batik nitik tersebar di berbagai dusun seperti Kembangsongo, Blawong, dan Bembem, dengan Dusun Kembangsongo dikenal sebagai produsen tertua yang tetap bertahan bahkan setelah gempa besar tahun 2006.
Batik nitik Trimulyo memiliki lebih dari 70 motif, dengan lima motif dasar yang menjadi ciri khas, seperti kembang waru, nogo sari, srengenge, dan kembang dangah. Paguyuban Sekar Nitik Kembangsongo menjadi wadah bagi para perajin, terutama ibu-ibu, untuk terus mengembangkan desain dan teknik membatik yang sesuai dengan selera pasar masa kini. Meski tantangan seperti inovasi desain dan regenerasi pengrajin masih dihadapi, semangat komunitas dan dukungan lokal menjadikan sentra ini sebagai ruang kreatif yang tidak hanya menjaga warisan budaya, tetapi juga membuka peluang ekonomi dan edukasi bagi masyarakat. Batik nitik Trimulyo bukan sekadar kain, melainkan simbol ketekunan, sejarah, dan identitas lokal yang terus hidup.
Sumber :
https://trimulyo.bantulkab.go.id/first/artikel/865-Batik-Nitik
https://jogja.tribunnews.com/2023/05/02/di-tangan-kreatif-batik-nitik-akan-mampu-tembus-pasar-internasional
Sentra Kerajinan Batik Nitik di Trimulyo merupakan potensi yang berada di Kapanewon Jetis dan termasuk dalam Sektor Ekonomi Kreatif.
Peluang Investasi di Kapanewon Jetis pada Sektor Ekonomi Kreatif :
| No | Peluang Investasi | Nilai Investasi |
|---|---|---|
| 1 | Pengembangan produk fashion (berbasis online, diversifikasi produk) | Rp 500.000.000 |
| 2 | Pengembangan produksi jamu dan produk tanaman herbal dengan standarisasi nasional | Rp 500.000.000 |
Jetis
Ekonomi Kreatif