- dpmptsp@bantulkab.go.id
- 081328848393
- Komplek II Kantor Pemda Bantul Jl. Lingkar Timur Manding, Trirenggo, Bantul DIY 55714
Sentra Industri Krecek di Desa Segoroyoso, Kecamatan Pleret, Bantul, merupakan pusat produksi rambak krecek yang telah berkembang sejak tahun 1945. Berawal dari inisiatif seorang perempuan asal Pandak yang melihat potensi desa sebagai kawasan jagal hewan, industri ini kini menjadi mata pencaharian utama bagi puluhan perajin lokal. Krecek yang dihasilkan berasal dari kulit sapi, kerbau, atau kambing, dan diolah menjadi bahan pelengkap masakan khas Yogyakarta seperti gudeg, maupun dalam bentuk kerupuk. Dusun-dusun seperti Srumbung, Jembangan, Kloron, dan Terukan dikenal sebagai penghasil utama, dengan merek dagang seperti Rambak Matahari menjadi ikon usaha rumahan yang sukses.
Meski berada di wilayah jagal, bahan baku kulit hewan untuk produksi krecek sebagian besar didatangkan dari luar daerah seperti Surabaya dan Jakarta, karena kebutuhan lokal tidak mencukupi skala produksi. Industri ini mengalami fluktuasi permintaan, terutama saat bulan Maulid Nabi, Ramadan, dan Lebaran, serta sempat terdampak oleh kenaikan harga minyak goreng dan bencana alam. Namun, semangat para perajin tetap terjaga, menjadikan Segoroyoso sebagai simbol ketahanan ekonomi berbasis tradisi. Dengan dukungan promosi dan pengemasan yang lebih modern, sentra krecek ini berpotensi besar menjadi bagian dari ekowisata kuliner dan industri kreatif Bantul yang mengangkat cita rasa lokal ke panggung nasional.
Sumber :
https://www.kombinasi.net/krecek-dari-desa-segoroyoso/
https://www.kompas.id/artikel/industri-krecek-terdampak-kenaikan-harga-minyak-goreng/
Sentra Industri Krecek di Desa Segoroyoso merupakan potensi yang berada di Kapanewon Pleret dan termasuk dalam Sektor Ekonomi Kreatif.
Peluang Investasi di Kapanewon Pleret pada Sektor Ekonomi Kreatif :
| No | Peluang Investasi | Nilai Investasi |
|---|---|---|
| 1 | Fasilitas penunjang kegiatan seni dan budaya | Rp 1.000.000.000 |
| 2 | Pengembangan produk kuliner dan fashion | Rp 500.000.000 |
Pleret
Ekonomi Kreatif