- dpmptsp@bantulkab.go.id
- 081328848393
- Komplek II Kantor Pemda Bantul Jl. Lingkar Timur Manding, Trirenggo, Bantul DIY 55714
Panggung Krapyak, yang terletak di Kalurahan Panggungharjo, Kapanewon Sewon, Bantul, merupakan bangunan bersejarah yang dibangun pada tahun 1760 oleh Sri Sultan Hamengkubuwono I. Bangunan ini berfungsi sebagai gardu pandang atau pos pengintaian bagi raja-raja Mataram saat berburu hewan liar, khususnya rusa atau menjangan, di hutan Krapyak yang kala itu masih lebat dan alami. Karena fungsinya tersebut, masyarakat sekitar juga menyebutnya sebagai “Kandang Menjangan,” meskipun bangunan ini bukanlah kandang dalam arti sebenarnya. Dengan bentuk persegi berukuran 17,6 x 15 meter dan tinggi sekitar 10 meter, Panggung Krapyak memiliki dua lantai dan pintu serta jendela di setiap sisinya, yang dirancang menyerupai gaya arsitektur masjid dengan lengkungan khas di bagian atasnya.
Lebih dari sekadar bangunan fisik, Panggung Krapyak memiliki makna simbolis dalam kosmologi Jawa. Ia merupakan bagian dari garis imajiner Yogyakarta yang menghubungkan Gunung Merapi, Tugu Pal Putih, Keraton Yogyakarta, Panggung Krapyak, dan Pantai Parangtritis. Dalam filosofi Jawa, poros ini menggambarkan perjalanan hidup manusia dari kelahiran hingga kematian, di mana wilayah sekitar Panggung Krapyak melambangkan masa dalam kandungan. Kini, bangunan ini telah ditetapkan sebagai cagar budaya dan menjadi destinasi wisata sejarah yang menarik, sekaligus pengingat akan kedalaman nilai spiritual dan tata ruang kerajaan Mataram Islam
Cagar Budaya: Panggung Krapyak merupakan potensi yang berada di Kapanewon Sewon dan termasuk dalam Sektor Kebudayaan Dan Pariwisata.
Peluang Investasi di Kapanewon Sewon pada Sektor Kebudayaan Dan Pariwisata :
| No | Peluang Investasi | Nilai Investasi |
|---|---|---|
| 1 | Wisata berbasis alam budaya, dan kuliner | Rp 500.000.000 |
| 2 | Jasa Biro Wisata dan tour guide | Rp 500.000.000 |
| 3 | Event organizer kegiatan pariwisata, budaya/kesenian | Rp 500.000.000 |
Sewon
Kebudayaan Dan Pariwisata