- dpmptsp@bantulkab.go.id
- 081328848393
- Komplek II Kantor Pemda Bantul Jl. Lingkar Timur Manding, Trirenggo, Bantul DIY 55714
Masjid Pathok Negoro Dongkelan, atau Masjid Nurul Huda Dongkelan, merupakan salah satu dari lima masjid Pathok Negoro yang dibangun sebagai penanda batas wilayah Kesultanan Ngayogyakarta Hadiningrat. Terletak di Dongkelan Kauman, Kalurahan Tirtonirmolo, Kapanewon Kasihan, Bantul, masjid ini didirikan pada tahun 1775 atas perintah Sultan Hamengku Buwono I sebagai bentuk penghormatan kepada Kyai Syihabuddin, seorang ulama fiqih yang berjasa dalam meredakan konflik politik antara Sultan dan Pangeran Sambernyawa. Arsitektur masjid ini menyerupai Masjid Gedhe Kauman, lengkap dengan kolam di halaman, beduk, dan makam di sisi barat, mencerminkan perpaduan antara fungsi spiritual dan simbol kekuasaan kerajaan.
Masjid ini juga menyimpan jejak sejarah perjuangan, termasuk saat dibakar oleh Belanda dalam Perang Diponegoro pada tahun 1825 dan direnovasi kembali pada tahun 1830. Selain sebagai tempat ibadah, Masjid Pathok Negoro Dongkelan pernah difungsikan sebagai benteng pertahanan dan pusat dakwah Islam di wilayah selatan Yogyakarta. Hingga kini, masjid ini tetap aktif digunakan oleh masyarakat sekitar dan menjadi salah satu situs cagar budaya yang merepresentasikan kekuatan spiritual, sejarah, dan identitas lokal. Keberadaannya menjadi pengingat akan peran penting ulama dalam menjaga harmoni antara agama, budaya, dan politik di masa lalu.
Sumber : https://jogja.tribunnews.com/2014/07/23/ini-sejarah-berdirinya-masjid-pathok-negoro-dongkelan
Masjid Dongkelan merupakan potensi yang berada di Kapanewon Kasihan dan termasuk dalam Sektor Kebudayaan Dan Pariwisata.
Peluang Investasi di Kapanewon Kasihan pada Sektor Kebudayaan Dan Pariwisata :
| No | Peluang Investasi | Nilai Investasi |
|---|---|---|
| 1 | Homestay di Kawasan Desa Wisata | Rp 3.000.000.000 |
| 2 | Event organizer kegiatan pariwisata, budaya/kesenian | Rp 500.000.000 |
| 3 | Pengembangan destinasi wisata berbasis budaya dan alam. | Rp 1.000.000.000 |
Kasihan
Kebudayaan Dan Pariwisata